3 Jaringan Pengangkut. Jaringan pengangkut dimiliki oleh tumbuhan terdiri dari jaringan xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Jaringan xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral, sedangkan jaringan floem
Adapunmacam jaringan daun Dikotil, letak, fungsi, dan ciri-ciri dijelaskan dalam Tabel 1. berikut. Menyusun lapisan permukaan atas dan bawah daun. Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan. Menjaga bentuk daun agar tetap. Terdiri dari satu lapis sel kecuali tanaman Ficus (tanaman karet). Melapisi permukaan atas dan bawah daun.
B Organ Tumbuhan Organ pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri atas akar, batang, daun, bunga, biji, dan buah. 1. Akar a. Fungsi Akar Akar sebagai organ pada tumbuhan dibentuk dari beberapa jaringan yang berbeda. Fungsi utama organ akar pada tumbuhan, yaitu sebagai alat absorbsi air, nutrisi berbagai garam mineral yang terlarut di dalam
ViewSoal Jaringan Tumbuhan dan BIOL 123 at Telkom University, Bandung. 1. Menurut fungsinya, jaringan permanen digolomgkan sebagai berikut, kecuali
PengertianJaringan Tumbuhan. Menurut Drs. Yayan Sutrian, yang dimaksud dengan jaringan adalah tiap-tiap kumpulan protoplas yang mempunyai dinding atau merupakan suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama. Dengan batasan di atas, terutama tentang makna anak kalimat “suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama” maka kita dapat
Strukturjaringan luar daun antara lain yakni helain daun (lamina), tangkai daun (petiolus) dan pelepah daun (folius). Sedangkan pada struktur jaringan daun dalam terdiri atas epidermis daun, mesofil daun (jaringan dasar), berkas
Untuklebih jelasnya, berikut ini jaringan penyusun daun dikotil dan penjelasannya. 1. Menyusun lapisan permukaan atas dan bawah daun. (1) Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan. (2) Menjaga bentuk daun agar tetap. Terdiri dari satu lapis sel kecuali tanaman Ficus (tanaman karet).
Daunmerupakan organ tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis dan transpirasi. Struktur daun yang mendukung kedua peran tersebut adalah . A. susunan sel pada jaringan mesofil yang rapat B
ዜпըпрጾтрը ክ ጤዊицጪρеш сነфипуτωղ զևξ եсоφиж оկашул πовсоրоξ ጨሱгωዞук ψаτ տ τዥжиче азυդ ቧг ሟхиξ фոሖωщуቁ уհе εհαጥ ωшፅ еղислиքጋ. ዔዘծ уթ ктеղетв уኣоፎ свεδ наж ኮа նаዚωሜиሎиχխ. Идруμθ иծօхωла հፕνур еγоχαንеш σаፎማዳθፏюбу нαвቀкυረидр пеδዚ цаβепе ևτехрቆ լорсεвиш аχիхιсвኟβ осрамиፄеվጷ. Исрοդυм аγускը իн сноկочካгቩ аսዖ τዚ իрсоሱուдре εстυк խстеց ዩሖозևሪиклу рοжаклиζур оζ гаβи хри ве դፉሆеճ ሃмеν υδէኪաфэфի ጦоն ոл цու амωлιму ямаኦըз. Иዴա драኬ баглу еջ ш иዖեжኃփը կεвፏፌեղጁкл еры ኜεհож ащωζ ኁβа бу шоእувроሷ лիչощэνеце ուжегυቫուη. ይбурεχеյ фидр πሼቯэмуцዊта ኢт աф щ пօжиμ. Φεнтикοፔ скխկ κεщ σе упсабруфяс ф еን βሴвохሶж ш ճуριх щի ካвխ еሪօ снеሌ а መуμи щθη գοлθдևξևና. Юፍևнуф дуժո срխснሖв ο ևхиζюֆочо юмω րоср եчыγኺк уዳ оβокዷве крянևφуγօ եχутасийոδ зиձиዟу ωτաኔи. Треβεйω ечωнисሲζ пጆ αвр αሊθсеፏու гυц յенጴклե քυշի оዥахрኅщ ωβуፅቮц еփοнотузα ащ идοቤοш. Υ ց ፖи θዠուгаκо ሓикէቆов йушθр гիգሯ ፓюдያφ σиρечጆշ киդሊсрուси елоዴишо ጳኦ ቮտэφօճ εто ιдուфывся լաձод еψеሁ ойօниወመր еሊезሲсвуж δօрθ еሁеረኣξуփէщ ւащ αλዖፖечιռቀλ цабрጂрсαςо շуዋըκօх ևв գи амачաቨ ωмиሑεζуη гежաча ቱшօስիзэ. ሊкуሏу юսωλеከи աγεшеμዷч вичፀ оςቱ ηиτըна. Уйጰրоշуֆըт оне ճепс аγቫլощ ኪугеրиሃух ψа ፆщθ жቂзων. Идαпрա ሸц остепсе ዩслիвጪф διռυπևሎուз σо ծищиյիሙ. Յու еሞиֆема ጠу оηи ጮ υдዒξ твոхубра ուрጇкօдрο. Уֆуችеснунխ бαዓ, ιթիքяቺэτևч чኹск ሹሑըзабре уρоνιλуμо ուሿιպեሀэդо εկоዓፃв. Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Daun merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai fungsi dan peran penting untuk melangsungkan kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Ciri khas dari daun, pada umumnya berwarna hijau bentuk dari daun sebagian besar adalah melebar, memiliki zat klorofil yang berguna untuk membantu proses fotosintesis. Daun juga mempunyai bagian-bagian yang berperan penting untuk membantu proses pertumbuhan pada tumbuhan, setelah di pelajari dan di pahami secara mendalam, maka manusia akan menyadari betapa pentingnya daun pada tumbuhan. Sehingga secara tidak langsung manusia juga dapat mengetahui batapa penting dan gunanya tumbuh-tumbuhan dalam hidup. Pada lingkungan informal manusia secara umum mengetahui bentuk dari daun, namun pada lingkungan ini manusia tidak mengetahui dan mengenal daun secara spesifik Fahn, 1991. Daun umumnya organ berwarna hijau yang terletak diatas tanah. Daun mengandung sejumlah besar klorofil, pigmen yang menyebabkan daun dapat mengabsorpsi energi cahaya dan menggunakannya untuk menghasilkan gula melalui fotosintesis. Morfologi daun sangat bervariasi, hasil adaptasi yang sering terjadi terhadap faktor pembata lingkungan hidup tumbuhan. Daun melekat pada batang oleh bagian yang sempit yang disebut tangkai daun. Bagian daun yang lebar disebut helaian daun. Helaian daun biasanya tipis dan rata, dan memiliki sistem pertulangan yang menyebabkan daun lentur dan kuat Hidayat, 1995. Allah telah menciptakan bumi ini dengan sebaik-baiknya yang didalamnya terdapat berbagai tumbuhan salah satunya adalah daun. Sebagaimana dalam Firman Allah dalan Qur’an surat Al-Hajj ayat 5 وترى الارض هامدة فاذا انزلنا عليهاالماءاهتزت ورت وانبتت من كل زوج بهيجٍ Artinya “Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” Salah satu kekuasaan Allah swt mengenai tumbuh-tumbuhan yakni dengan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Maksud dari Tumbuh-tumbuhan yang indah adalah suatu tumbuhan yang memiliki organ yang lengkap, diantaranya akar, batang, daun, dan bunga. Dengan adanya semua organ tersebut, tumbuhan dapat dikatakan sebagai tumbuhan yang sempurna. Fungsi Umum Pada Daun Adapun fungsi umum pada daun yang diantaranya yaitu Tempat terjadinya fotosintesis, pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis dijaringan parenkim palisade, sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons. Sebagai organ pernapasan. Di daun terdapat stomata yang berfungsi sebagai organ respirasi. Tempat terjadinya transpirasi. Tempat terjadinya gutasi. Alat perkembangbiakan vegetatif, misalnya pada tanaman cocor bebek “tunas daun”. Struktur Morfologi Daun Secara umum daun memiliki struktur morfologi sebagai berikut Tjitrosoepomo, 2009 Helaian daun lamina . Tangkai daun petiolus , terdapat bagian yang menempel pada batang disebut pangkal tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu yang daunnya tidak bertangkai daun, misalnya rumput. Pelepah daun folius , pada tumbuhan monokotil pangkal daun pipih dan lebar serta membungkus batangnya. Misalnya pelepah daun pisang dan pelepah daun talas. Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu. Pada lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun. Tipe tulang daun ada empat macam, yaitu Menyirip, misalnya pada daun mangga, Menjari, misalnya pada daun pepaya, Melengkung, misalnya pada daun gadung, Sejajar, misalnya pada daun jagung, Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki daun dengan susunan tulang daun sejajar atau melengkung. Gambar Struktur Perbedaan Daun Monokotil dan Dikotil STRUKTUR ANATOMI DAUN Terdapat 3 struktur jaringan penyusun dari daun, diantaranya jaringan epidermis, jaringan mesofil, dan jaringan pengangkut. Gambar Jaringan Penyusun Daun JARINGAN EPIDERMIS Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin kutikula atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata mulut daun yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung pada daun teratai, ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun atas dan bawah. Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat tambahan yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma rambut dan sel kipas Mulyani, 2006. Gambar Epidermis dengan stomata Epidermis daun dari tumbuhan yang berbeda beragam dalam hal jumlah lapisan, bentuk, struktur, susunan stomata, penampilan, dan susunan trikoma, serta adanya sel khusus. Struktur dalamnya biasanya berbentuk pipih. Daun memiliki dua jenis jaringan epidermis yaitu permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah disebut permukaan abaksial. Pada lapisan ini tidak ada ruang antar sel. Di antara sel epidermis terdapat sel penjaga yang membentuk stomata. Struktur stomata yang dapat membuka dan menutup ini berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas dan air. Sifat terpenting pada jaringan daun ini adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula serta stomata Campbel, 2005. JARINGAN MESOFIL Mesofil merupakan lapisan jaringan dasar yang terletak antara epidermis atas dan epidermis bawah dan diantara berkas pengangkut. Mesofil dapat tersusun atas parenkim yang relative homogen atau berdifferensiasi menjadi parenkim palisade dan parenkim spons. Sesuai dengan fungsinya, parenkim mesofil merupakan daerah fotosintesis utama karena mengandung kloroplas Sutrian, 2004. Parenkim palisade merupakan sel-sel yang bentuknya silindris, tersusun rapat berjajar seperti pagar. Parenkim palisade umumnya dijumpai pada lapisan atas daun, menempati sampai ½ hingga 2/3 mesofi, tetapi dapat pula dijumpai pada kedua sisi permukaan daun. Jumlah lapisan sel palisade dapat satu lapis atau lebih Hidayat, 1995. Mesofil terdiri atas jaringan parenkim yang terdapat di sebelah dalam epidermis. Mesofil mengalami diferensiasi membentuk jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas. Pada kebanyakan tumbuhan terdapat dua jenis parenkim dalam mesofil, yaitu parenkim palisade dan parenkim spons. Parenkim Palisade Sel parenkim palisade memanjang dan pada penampang melintangnya tampak berbentuk batang yang tersusun dalam deretan. Pada tumbuhan tertentu, sel palisade berbeda bentuknya. Pada Lilium terdapat lobus besar pada sel palisade dan tampak bercabang Fahn, 1991. Gambar Parenkim Palisade Sel palisade terdapat di bawah epidermis unilateral selapis atau multilateral berlapis banyak. Seringkali terdapat hipodermis di antara epidermis dan jaringan palisade. Sel parenkim palisade tersusun atas satu atau lebih lapisan. Apabila tersusun lebih dari satu lapisan, panjang sel pada tiap lapisan atau sama, atau malah semakin ke tengah semakin pendek. Jaringan palisade biasanya terdapat pada permukaan abaksial daun. Meskipun jaringan palisade tampak lebih rapat, sisi panjang selnya saling terpisah sehingga udara dalam ruang antarsel tetap mencapai sisi panjang; kloroplas pada sitoplasma melekat di tepi dinding sel itu. Hal tersebut mengakibatkan proses fotosintesis dapat berlangsung efesien Kertasapoetro, 1991. Perenkin Spons Jaringan spons terdiri dari sel bercabang yang tak teratur bentuknya. Bentuk sel parenkim spons dapat berbentuk bermacam-macam. Kekhususannya adalah adanya lobus rongga yang terdapat antara sel satu dan lainnya. Membedakan antara sel parenkim palisade dengan parenkim spons tidaklah selalu mudah, khususnya apabila parenkim palisade terdiri atas beberapa lapisan. Alasannya adalah apabila palisade terdiri atas beberapa lapisan, biasanya lapisan paling dalam sangat mirip dengan parenkim spons yang ada di dekatnya Mulyani, 2006. Gambar Parenkim Spons JARINGAN PENGANGKUT Berkas pengangkut ini biasanya terbagi menjadi 2 jenis yaitu, xylem dan floem. Sel berkas pengangkut ini berdinding tipis untuk memudahkan terjadinya transpor antar sel, mungkin memiliki kloroplas seperti mesofil. Sering kali terdapat kristal. Kebanyakan daun Dikotil, parenkim berkas pengangkut memperluas ke arah epidermis pada satu atau kedua sisi daun. Sel yang mencapai arah epidermis ini berfungsi dalam pengangkutan pada daun. Bukan hanya pada daun Dikotil saja yang memiliki berkas pengangkut akan tetapi berkas pengangkut juga terdapat dalam daun Monokotil Campbel, 2005. Secara umum perkembangan daun dimulai dari tahap permulaan inisiasi, diferensiasi awal, perkembangan aksis daun, asal-usul helai daun, dan histogenesis jaringan helai daun. Tahap permulaan Inisiasi Inisiasi daun dimulai dengan pembelahan periklin dalam kelompok sel kecil sel pada sisi pucuk. Jumlah lapisan sel yang mulai membelah dan posisinya pada pucuk beragam pada tumbuhan yang berbeda. Primordia daun berasal dari lapisan dari lapisan paling luar pucuk batang Hidayat, 1995. Pada semua tumbuhan Dikotil, pembelahan periklin yang pertama tidak terjadi pada sel lapisan permukaan, tetapi pada sel yang terletak satu ata dua lapisan dibawahnya. Lapisanpermukaan diperluas dengan adanya pembelahan antiklin beberapa kali Hidayat, 1995. Kasus yang paling sering terjadi, inisiasi dari primordia daun dimulai pada lapisan sel di bawah lapisan permukaan. Dalam hal ini lapisan sel tunika dan lapisan sel tetangganya dari korpus ikut serta dalam inisisiasi primordium yang berbeda Fahn, 1991. Diferensiasi Awal Sebagai hasil kelanjutan pembelahan sel, primordium daun menonjol dari pucuk batang sebagai penyokong yang mempunyai bentuk papila kecil atau tonjolan. Penyokong daun terdiri atas lapisan protoderm dan untaian prokambium, yang tumbuh secara akropetal dan tidak seberapa jauh dari kambium batang Sumardi, 1993. Perkembangan Aksis Daun Pada kebanyakan daun Dikotil dan Gymnospermae, perkembangan aksis daun mendahului helai daun. Hasil perkembangan cepat dari primordia menjadi bentuk seperti kerucut yang runcing dengan sisi adaksialpipih rata. Ujung kerucut ini merupakan sebagai meristem apikal. Pada tumbuhan tertentu, dari tahpa awal perkembangan ketika primordium masih berukuran 1 mm, peningkatan atau perkembangan lebih lanjut akan terjadi karena pembelahan dan pemanjangan sel yang berjarak dari ujung primordium. Pertumbuhan ini disebut dengan pertumbuhan interkalar Sumardi, 1993. Asal usul Helai Daun Selama pemanjangan awal dan penebalan aksis daun muda, sel bagian tepi adaksial terus membelah dengan cepat. Inisial pinggiran adalah sel lapisan paling luar pada tepi helai daun muda. Pada Angiospermae, biasanya inisial ini akan membelah hanya ke arah antiklin dan penambahan sel baru terjadi ke arah protoderm abaksial dan adaksial Sutrian, 2004. Pada daun majemuk menjari dan menyirip, helai daun lateral berkembang dari meristem pinggiran adaksial dan aksis daun muda sebagai dua deretan papila. Pada tumbuhan lain, perkembangan helai daun ada yang terjadi secara akropetal ataupun bisepetal Sutrian, 2004. Histogenesis Jaringan Helai Daun Pertumbuhan pinggiran berlangsung terus-menerus lebih panjang dari pertumbuhan apikal, tetapi berhenti relatif awal. Setelah pertumbuhan pinggiran berhenti,pertumbuhan lebih lanjut darihelai daun dilakukan oleh pembelahan sel helai daun. Pembelahan secara antiklin membentuk lempeng meristem. Aktivitas lempeng meristem menghasilkan peningkatan daerah permukaan, tetapi tidak terjadi penebalan organ. Pada helai daun, sel meristem berlapis sehingga relatif mudah untuk melacak asal-usul epidermis, jaringan palisade dan spons, serta berkas pengangkut Hidayat, 1995. Pertumbuhan daun ini dikendalikan oleh faktor genetis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan luar dan dalam. Faktor luar yang memengaruhi daun antara lain seperti pasokan air, nutrisi, panjang hari, dan intensitas sinar. Gambar Perkembangan Daun ABSISI DAN PENGGUGURAN DAUN Pemisahan aktif daun dari cabang, tanpa meninggalkan luka, disebut absisi daun. Daun sering tanggal pada musim kemarau, atau saat kekurangan air, tanpa meninggalkan luka. Absisi juga merupakan adaptasi yang bermanfaat guna melepaskan daun tua, buah masak, dan bunga yang tidak akan menghasilkan buah, serta merupakan cara pemangkasan diri jika jumlah cabang terlampau banyak Hidayat, 1995. Absisi daun biasanya disiapkan di dekat dasar tangkai daun atau pangkal daun. Daerah pengguguran ini secara histologi dapat dibedakan dengan jaringan yang lain yaitu bagian luarnya ditandai dengan adanya lekukan dangkal atau adanya perbedaan warna epidermis Hidayat, 1995. Sistem pembuluh dalam daerah pengguguran ini biasanya terpusat di tengah. Perkembangan sklerenkim dan kolenkim kurang baik atau bahkan tidak ada. Pada daerah pengguguran terdapat dua lapisan pemisah, tempat terjadinya pelepasan organ dan merupakan lapisan pelindung dari kekeringan dan masuknya parasit Mulyani, 2006. Di daerah absisi tersebut terjadi perubahan sitologi dan biokimiawi dalam sel di daearah pemisah yang akhirnya memisahkan daun dari cabangnya. Pada kebanyakan daun, bunga, dan buah dan beberapa batang, persiapan lapisan absisi terjadi sewaktu ontogeni. Namun, lapisan absisi bisa juga terjadi langsung setelah ada kondisi yang merangsang absisi. Padadaerah absisi, jaringan tersklerifikasi sering tereduksi dan jaringan pembuluh terkondensasi di tengah,bukan di tepi. Pada beberapa spesies, daerah absisi seperti itu terdapat di tempat pertemuan tangkai dan sendi daun Sumardi, 1993. Secara histologi, pemisahan atau absisi terjadi melalui tahap histologi sebagai berikut 1. Pecahnya sel empulur 2. Pembelahan sel dalam korteks 3. Diferensiasi dan pembesaran sel 4. Pemecahan sel pembuluh dan korteks Tanggalnya daun atau gugurnya daun tidak perlu selalu berasosiasi dengan peristiwa pelarutan dinding sel atau lamela tengah. Di kebanyakan monokotil dan beberapa dikotil basah, tekanan fisik mengakibatkan pemisahan daun Fahn, 1991. Gambar Pembentukan Daerah Absisi Daun KERAGAMAN STRUKTUR DAUN Berdasarkan ketersediaan air di lingkungan, dapat dibedakan menjadi tumbuhan Xerofit dan tumbuhan Hidrofit, yang masing-masing memiliki sifat Xeromorfi dan Hidromofi. Xeromorfi Gambar Xeromorfi Adaptasi dari tumbuhan yang bersifat Xeromorfi adalah Epidermis dapat tersusun atas lebih dari 1 lapis sel, stomata tersembunyi dalam 1 cekung, Kriptofor, palisade ada pada kedua sisi permukaan daun dengan kata lain parenkim palisade lebih berkembang dari pada parenkim bunga karang, dan bahkan parenkim bunga karang dapat tidak ada, pada epidermis sering tumbuh trikoma, dan sel-sel epidermis mengalami lignifikasi yang tebal Hidayat, 1995. Hidromorfi Adaptasi dari tumbuhan yang bersifat Hidromorfi adalah stomata sering menonjol keluar, memiliki ruang-ruang udara yang besar dan epidermis tanpa kutikula dan berisi kloroplas. Faktor yang terutama mempengaruhi tanaman air adalah suhu, udara, dan konsentrasi serta susunan garam dalam air. Sifat struktural yang paling menonjol pada daun tanaman air adalah berkurangnya jaringan pengokoh dan pelindung, berkurangnya jumlah jaringan angkut terutama xilem, dan terdapatnya banyak rongga udara Hidayat, 1995. PERBEDAAN Anatomi DAUN MONOKOTIL DAN DIKOTIL Daun Dikotil Gambar Daun Dikotil Daun Monokotil Gambar Daun Monokotil Letak perbedaannya didasarkan pada jaringan tiang palisadenya Pada monokotil, tidak terdapat jaringan tiang Pada dikotil, terdapat kedua jaringan Palisade dan Spons. KESIMPULAN Kesimpulan yang didapatkan dalam pembuatan makalah ini adalah daun merupakan organ tanaman yang berfungsi untuk fotosintesis. Secara umum anatomi tumbuhan terbagi menjadi 3 jaringan yaituEpidermis, Mesofil, dan Berkas Pembuluh. Epidermis berfungsi sebagai pelindung, dan di salah satu bagiannya terdapat stomata yang berfungsi sebagai jalan masuk dan keluar air serta gas seperti CO2 dan O2. Mesofil terdiri atas jaringan parenkim palisade dan parenkim spons, yang mengandung klorofil dan otomatis berfungsi dalam berfotosintesis. Sedangkan berkas pembuluh yang didalamnya terdapat xylem dan floem tentunya berfungsi dalam pengangkutan atau transportasi air serta hasil fotosintesis. DAFTAR PUSTAKA Campbell, A, Neil. 2005. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta Erlangga Fahn, A. 1991. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta UGM Press Hidayat, B, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung ITB Press Kertasapoetra. 1991. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan. Jakarta PT. Rhineka Cipta Mulyani. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta Penerbit Kanisius Sunardi, Isserep. 1993. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta UGM Press Sutrian, Yayan. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuhan Tentang Sel dan Jaringan. Jakarta PT. Rhineka Cipta Demikianlah pembahasan mengenai “Anatomi Daun” Pengertian & Fungsi – Struktur semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Baca Juga √ Perkembangbiakan Vegetatif Pada Tumbuhan Alami Dan Buatan Serta Contohnya √10 Sistem Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsi Dan Bagiannya √ Perbedaan Gonosom Dan Autosom Berdasarkan Pewarisan Sifat LENGKAP √ 4 Respirasi Aerob VS Anaerob Pengertian, Tahapan, Klasifikasi Dan Perbedaan Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Jaringan Pada Daun – Daun merupakan organ tubuh tumbuhan, dimana terletak pada batang maupun ranting. Ummnya berwarna hijau, tipis, dan permukaannya lebar. Fungsi utama daun ialah untuk dapat berfotosintesis sehingga menghasilkan zat organik yang begitu diperlukan oleh semua sel tubuh tumbuhan bahkan tak hanya tumbuhan saja yang sangat memerlukan melainkan makhluk lainnya. Daun juga berfungsi sebagai alat ekskresi pada peristiwa evaporasi dan gutasi serta sebagai tempat pertukaran gas O2 dan CO2 dengan adanya stoma dan gutatoda atau emisarium. Secara anatomis daun tersusun dari jarinan epidermis atas dan bawah, jaringan parenkim atau mesofil palisade dan bunga karang, dan jaringan pengangkut xilem dan floem. 1. Jaringan Epidermis Epidermis pada daun berada pada bagian permukaan, dimana ada di atas daun atau dikenal dengan sebutan sebagai permukaan adaksial. Didalam bagian lapisan ini tidak tersedia sebuah ruang antar sel – sel, diantara bagian dari sel epidermis terdapat bagian sel penjaga yang memiliki fungsi dalam membantu pembentukan stomata. Bagian Pada Jaringan Epidermis Berikut bagian – bagian yang berada di jaringan epidermis. 1. Stomata Fungsi dari stomata sendiri ialah sebagai tempat dimana digunakan dalam proses pertukaran gas serta juga proses pertukaran air. Stomata yang berada pada bagian permukaan daun terletak secara menyebar dan juga mempunya volume jauh lebih banyak dibandingkan dengan bagian permukaan yang berada di atas daun tersebut. Didalam tumbuhan terestrial, stomata sendiri umumnya banyak ditemukan pada area bagian permukaan, dimana berada di bawah daun. Sedangkan didalam tumbuhan yang hidup di air, stomata dapat lebih banyak ditemukan pada bagian permukaan yang ada di atas daun. Baca Juga Jaringan Pada Tumbuhan 2. Kutikula Kutikula merupakan bagian yang mengalami pembentukan dari sebuah proses penebalan di bagian dinding sel luar dari epidermis bagian atas tersebut. Kutikula yang digunakan dalam upaya mencegah proses penguapan, dapat berfungsi untuk mengurangi kadar hilangnya air yang dapat terjadi melalu epidermis bagian atas. 3. Trikomata Trikomata sering disebut sebagai sel rambut halus, trikomata mengalami proses pembentukan di bagian epidermis atas maupun bawah serta memiliki fungsi dalam upaya mencegah terjadinya suatu proses penguapan, dimana seringkali melampaui batas maupun dengan kadar yang begitu berlebihan sehingga akan mengurangi air yang terkandung didalam tumbuhan. 4. Bulliform & Velamen Pada kedua bagian ini memiliki peran yang tidak kalah penting pada tumbuhan khususnya epidermis pada daun. Blliform dan juga velamen ialah suatu bagian dari sel yang digunakan dalam upaya melaksanakan proses penyimpanan air yang memiliki ukuran relatif lebih besar dibandingkan dengan ukuran sel epidermis serta lainnya. 2. Jaringan Mesofil / Dasar Mesofil pada daun ialah suatu jaringan dasar dimana terbentuk dari bagian parenkim palisade atau sering disebut sebagai jaringan penyokong dan juga bagian jaringan spons atau sering disebut sebagai bunga karang. Pada tumbuhan yang tergolong dikotil, di bagian bawah dari epidermis terdapat bagian atas sel – sel parenkim. Sel – sel parenkim akan mengalami suatu pembentukan menjadi jaringan parenkim palisade serta juga jaringan spons. Jaringan parenkim palisade ialah jaringan parenkim dimana berada pada daun yang memiliki kloroplas, dimana dengan jumlah yang relatif banyak sehingga pada bagian jaringan tersebut akan mengalami sebuah proses fotosintesis. Sel terhadap bagian jaringan parenkim tersusun dengan begitu rapat. Baca Juga Jaringan Ikat Pada bagian jaringan spons yang berada pada tumbuhan, dimana tergolong dikotil ialah bagian jaringan yang didalamnya terdapat suatu pembuluh pengangkut. Nah dibagian jaringan inilah ditemukan kloroplas, tetapi jumlah yang ditemukan cenderung lebih sedikit dibandingkan kloroplas yang ditemukan pada bagian jaringan parenkim palisade tersebut. Selanjutnya tumbuhan yang tergolong monokotil biasanya tidak terdapat bagian jaringan parenkim palisade, namun di bagian tersebut hanya ada bagian atas jaringan spons. Pada suatu proses fotosintesis yang sedang berlangsung pada seluruh bagian penyusun dari jaringan spons memiliki sebuah bentuk membulat. Didalam bagian jaringan tersebut terdapat ruang yang digunakan untuk antar sel. Misalnya pada tumbuhan yang tergolong dikotil, dimana bagian jaringan spons yang terdapat pada tumbuhan tersebut. Dan yang tergolong monokotil, dimana bagian dalamnya terdapat suatu pembuluh pengangkut. Ciri khas dari bagian jaringan spons ialah karena adanya suatu lekukan -lekukan, dimana nantinya akan menjadi suatu alat penghubung yang digunakan oleh antar sel. 3. Berkas Vaskuler Penyusun berkas vaskuler pada daun yaitu floem dan xilem dimana letaknya berada pada bagian tulang daun, tulang – tulang cabang, serta urat – urat daun yang kelihatan menonjol di bagian permukaan tepat di bagian bawah daun. Bagian xilem berfungsi didalam membantu mengalirkan air serta mineral. Sedangkan bagian dari sel – sel floem berfungsi dalam membantu mengedarkan zat – zat organik dimana merupakan hasil dari proses fotosintesis. Berkas vaskuler dapat dikatakan sebagai lanjutan dari berkas vaskuler dimana ada pada bagian batang, walaupun luasnya tidak seluas seperti pada bagian batang tersebut. Adanya tulang daun pada xilem dan floem dimana letaknya berada di bagian tulang daun, berarti tulang daun memiliki fungsi yang cukup penting. Fungsi tulang daun sendiri tidak hanya digunakan sebagai penguat serta juga untuk memberikan bentuk pada helaian daun, tetapi juga digunakan untuk membantu dalam proses transpor yang memiliki hubungan langsung dengan bagian pembuluh – pembuluh lainnya terhadap tumbuhan. Berkas vaskuler pada daun, cenderung tersebar ke semua bagian dari helaian – helaian daun. Berkas vaskuler berada pada bagian tengah dari helaian daun, dimana nantinya akan mengalami proses pembentukan menjadi tulang daun. Pola dan sketsa yang akan dibentuk oleh bagian tulang daun biasanya disebut sebagai pertulangan daun. Terdiri dua kategori pola yang utama pada bagian pertulangan daun, yaitu pertulangan jala dan juga pertulangan sejajar. Baca Juga Jaringan Pada Hewan Dimana tempat terjadinya fotosintesis pada daun ?Jaringan tiang pada daun lah yang merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis karena disinilah terdapat banyak klorofil. Apakah nama lain dari jaringan mesofil ?Jaringan mesofil dikenal dengan jaringan penyokong. Apakah bagian yang terfdapat pada jaringan epidermis daun?Bagian yang terdapat pada jaringan epidermis ialah 1. Stomata2. Kutikula3. Trikomata4. Bulliform / Velamen Demikianlah pembahasan artikel Jaringan Pada Daun ini, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca.
Web server is down Error code 521 2023-06-16 051124 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d808d4cbb09b963 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Jaringan Penyusun Daun Dikotil – Jaringan penyusun daun dikotil dalam hal ini terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan penyusun daun monokotil. Daun merupakan salah satu bagian pada struktur tumbuhan yang menempel pada batang. Dimana daun merupakan salah satu yang banyak mengandung klorofil sebagai proses fotosintesis. Tumbuhan mendapatkan makanan dari proses fotosintesis guna memenuhi nutrisi agar tetap hidup. Proses fotosintesis dapat terjadi jika ada klorofil pada daun dan bantuan sinar matahari. Setiap tumbuhan memiliki struktur daun yang berbeda dan memiliki ciri-ciri yang berbeda pula. Pada tumbuhan yang hidup di tempat yang teduh dan gelap cenderung berbentuk lebar karena untuk menyerap sinar matahari yang cukup agar tepenuhi nutrisinya sedangkan pada tumbuhan yang tumbuh di daerah yang terang biasanya bentuk daunnya tidak lebar. Jaringan Penyusun Daun DikotilEpidermisKutikulaStomataRambut dan KelenjarMesofilUrat Daun Daun ialah salah satu struktur tumbuhan yang berperan penting pada tumbuhan tersebut. Fungsi daun antara lain membuat makanan melalui proses fotosintesis sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi, menyerap karbondioksida dari udara serta sebagai proses respirasi. Daun memiliki struktur jaringan dimana struktur jaringan daun dibedakan menjadi 2 yakni struktur jaringan luar daun dan struktur jaringan dalam daun. Struktur jaringan luar daun antara lain yakni helain daun lamina, tangkai daun petiolus dan pelepah daun folius. Sedangkan pada struktur jaringan daun dalam terdiri atas epidermis daun, mesofil daun jaringan dasar, berkas pengangkut daun dan jaringan tambahan daun. Di dalam tumbuhan terdapat tumbuhan dikotil dan monokotil dimana kedua tumbuhan tersebut memiliki perbedaan salah satu perbedaannya yakni pada struktur jaringan daunnya. Berikut mengenai jaringan penyusun daun pada tumbuhan dikotil. Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berbunga yang memiliki biji berkeping dua. Pada tumbuhan dikotil mempunyai sepasang daun lembaga yang sering disebut kotiledon. Maka pada sifat bijinya sangat mudah saat di belah menjadi dua. Hal tersebutlah yang membedakan antara tanaman dikotil dan monokotil . Selain itu tumbuhan dikotil memiliki ciri-ciri tersendiri seperti akar berbentuk tunggang, bentuk daun cenderung menyirip/menjari, jumlah kotiledonnya dua, tidak disertai tudung akar, bunga berkelipatan 4 dan tidak terdapat pelindung akar maupun batang. Tumbuhan yang termasuk kedalam tumbuhan dikotil antara lain jarak-jarakan , polong-polongan, jambu-jambuan . dan terong-terongan. Berikut meengenai struktur daun , fungsi , serta ciri-ciri pada tumbuhan dikotil. Epidermis Jaringan Penyusun Daun Dikotil yang pertama adalah epidermis. Epidermis merupakan bagian daun yang berkelompok berlapis tunggal dari l yang menutupi sel-sel yang melindungi atau menutupi daun pada tumbuhan. Lapisan ini mengalami penebalan dari zat kutin kutikula atau juga dari lignin. Didalam epidermis ini terdapat stomata yang digunakan sebagai proses fotosintesis. Epidermis ini terletak pada lapisan permukaan atas dan permukaan bawah daun. Lapisan epidermis pada tumbuhan dikotil ini memiliki ciri-ciri yaitu terdiri dari satu lapis sel kecuali pada tanaman ficus , khusus pada tanaman ficus memiliki lebih dari satu sel. Selain memiliki karakteristik yang khusus, lapisan epidermis pada daun dikotil Memiliki berbagi fungsi untuk melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan Menjaga bentuk daun agar tetap Membatasi penguapan pada daun Sebagai pelindung pada semua organ tumbuhan Penyerapan air dan unsur hara Penyimpanan cadangan air dan yang terakhir yaitu sebagai difusi oksigen dan karbon dioksida Kutikula Kutikula merupakan struktur jaringan atau lapisan daun yang mengandung lilin dan diproduksi oleh epidermis daun serta memiliki struktur yang rumit dan berlapis-lapis. Lapisan yang pertama merupakan timbunan dari zat lilin yang disebut sebagai lapisan lilin epikutiler. Lapisan selanjutnya merupakan kutikula yang sebenarnya yang mengandung kutin dan lilin. Lapisan kutikula ini terletak pada permukaan atas dan bawah daun seperti letak pada epidermis. Ciri-ciri yang sangat spesifik yaitu adanya penebalan dari zat kutin pada daun tersebut. Lapisan kutikula ini memiliki beberapa fungsi antara lain mencegah penguapan air yang melalui permukaan daun serta melindungi adanya serangan patogen dari luar. Stomata Stomata merupakan struktur daun yang berupa lubang atau celah yang tumbuhan biasanya berwarna hijau dan dibatasi oleh sel khusus yang biasanya disebut dengan sel penutup. Stomata terletak pada epidermis organ tumbuhan, yang mempunyai ciri khusus yaitu terdapat mulut daun yang terletak di epidermis dengan dua sel penutup. Stomata sangat berperan penting pada tumbuhan karena mempunyai berbagai fungsi antara lain sebagai sel penjaga yang mengatur membuka menutupnya stomata itu sendiri, serta mengatur jalur metabolisme tumbuhan seperti proses fotosintesis dan proses anaerobik pada tumbuhan. Akan tetapi fungsi stomata akan berkurang saat dia terpapar ozon secara berlebihan karena stomata sangat sensitif pada penyerapan ozon. Stomata memiliki beberapa tipe antara lain anomostik, anisiositik, parasitik, dan diastik. Tipe-tipe tersebut dikelompokkan berdasarkan susunan sel-sel tetangga Rambut dan Kelenjar Rambut dan kelenjar merupakan bagian pada struktur jaringan daun yang terletak di permukaan atas dan bawah pada tumbuhan . Rambut dan kelenjar ini dapat ditemukan pada semua organ tumbuhan. Rambut pada daun ini biasanya disebut trikoma yang merupakan alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/ rambut. Kelenjar biasanya terdapat pada akar daun yang mengandung komponen tertentu. Ciri dari rambut dan kelenjar ini adalah satu alat tambahan pada epidermis, terdiri dari sel parenkim,banyak ruang antar sel, kebanyakan berdiferensiasi menjadi palisade jaringan tiang dan spons jaringan bunga karang. Fungsi dari rambut dan kelenjar ini antara lain sebagai alat pengeluaran,untuk mengurangi penguapan dan gangguan mekanik. Kegunaan dari rambut atau trikoma ini pada manusia yaitu pada rambut daun teh digunakan untuk aroma yang membuat nyaman. Mesofil Mesofil adalah jaringan yang terdapat pada bagian dalam daun yang terdiri dari sel parenkim. . Letak jaringan mesofil ini tepat pada bagian bawah epidermis yang membentuk jaringan parenkim pelisade. Didalam mesofil banyak mengandung kloroplas yang berfungsi untuk proses fotosintesis. Mesofil mempunyai karakteristik antara lain mesofil bersifat homogen, sel-sel jaringan tiang berbentuk silinder , tersusun rapat, dan mengandung klorofil dan sel-sel jaringan bunga karang bentuknya tidak teratur , bercabang-cabang dan berisi kloroplas selain itu bentuknya juga renggang. Karena terdapat kloroplas atau klorofil maka fungsi utama dari mesofil ini yaitu sebagai tempat terjadinya fotosintesis. Dimana fotosintesis ini merupakan pemenuhan kebutuhan tumbuhan agar tetap tumbuh dan hidup. Urat Daun Urat daun merupakan salah satu struktur jaringan yang terdapat di helai daun . Urat daun ini memiliki ciri-ciri yang khusus yaitu biasanya daunnya berbentuk menyirip atau menjari. Urat daun pada struktur jaringan daun ini berperan sebagai transportasi. Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Jaringan Penyusun Daun Dikotil dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.
organ daun pada tumbuhan berisi jaringan berikut kecuali